Ungkapan yang Seketika

Apakah kau akan selalu menyelamatkanku dari ketakutan-ketakutanku?

Apakah kau akan selalu mengingatkan dan menarikku keluar dari kemenangan-kemenangan picikku?

Apakah kau akan selalu duduk di sampingku sembari menyusun teka-teki kehidupan?

apakah kau akan menggenggam tanganku mengantarku menuju cahaya di hari kematianku nanti?

ah, apakah kau perempuan ku?

 

berbisiklah di telingaku,

senandung yang membuatku selalu yakin dalam setiap pertempuran…

berbisiklah selalu di telingaku,

senandung yang membuatku yakin aku bukan lelaki yang sia-sia…

 

Hei kaukah perempuan yang mengisi penuh kantung hati dan kantung ingatan?

sehingga tak perlu berhala untuk sekedar berkonsentrasi?

sisip matamu di celah bibirku,

agar setiap kata yang keluar dari mulutku,

adalah tatapanmu belaka saja

 

Kau…

Hanya kau yang membuatku menghitung gurat-gurat rindu di wajah bulan…

Kau…

Hanya kau, yang membuatku hendak memangkas tumbai mentari,

menjadikannya senja yang kemuning…

 

Sajak-sajak akan jadi genangan yang berbecek di setiap cerita yang katamu kebetulan…

ah apakah jadinya aku dua tahun ini?

Aku tetap berharap pada puzzle ini…

aku dan kau duduk memandang sebuah senja dengan segelas kopi yang kita bagi berdua…

Lalu kau bersandar di bahuku…

dan bilang “tak ada yang kebetulan ama”…

 

Puzzle itu kuharap bergambar kau, aku, senja dan sekumpulan sajak yang sahaja.

Semoga.

 

Perempuanku…

Berjanjilah…

Senja, gelas kopi, dan kumpulan sajak itu hanya milik kita berdua…

 

Aku menyayangimu sepeluk Semesta

 

(24/01/2013;11:48)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s