Sengat Sepi

Menggeliat dalam gelagat malam,
Dingin di beranda masih menyisakan sesak yang belum juga kelar…

Angin memburu,membawa ekor bintang berjalan perlahan melintasi tahun cahaya membentuk rupa rasi-rasi.

Dingin menggigit,
Namun tak mampu membuat beku otakku.
Cair,leleh,menggelegak, mau meledak!

Namun,tak ada yang bisa bicara.
Aku menatap cermin rupa diantara gemerisik daun kering,
Musim gugur sudah datang,bisiknya. Tetapi aku bebal, tak mau dengar.

Kurasa, jika sudah waktunya, maka akan terlepas jua.

Hanya…menjadi sepi adalah agama baru.

Hidup bukan hanya sekedar cerita, lalu mati.

~Ina~
Palm. 24.03.2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s