Bersila di Lantai

senja…

gugur daun ditelapakku, tak ada permintaan

gagu hujan menggenang di perahu kertas

tinta luntur memeluk air yang mengalir

langit tak menjawab satupun pertanyaaan

kulit-kulit tertembus

dingin hadir dan mekar

separti gelombang tanpa tujuan

 

aku mencintai gelisahmu

aku memeluk kerinduanmu

aku hidup di tinta-tinta tipis

aku sendirirn di hutan algoritma

 

kangen…

seperti usaha musafir menyalahkan api di sabana yang kehujanan

malam memberinya kecupan kesendirin

tepat matanya yang sembab

terjadilah yang harus terjadi…

kita sama-sama rindu pulang,

 

Aku telah siap Tuhan….

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s