Seperti Sysiphus

Corintha adalah kisah tentang masa lalu, dan Tartarus adalah kisah hari ini.

Sejak aku melihat Aegina menidurkan matahari dalam kelambu paradoks

Aku telah terjebak ke dalam purgatory yang menggelinding tanpa henti

Tak ada lagi bau tanah di musim hujan negeri tropis

Bunga-bunga petrichor membusuk

 

Batu-batu mengelinding sebagai opera tragic

Melindas sepasang jejak

Batu-batu ringan seperti kapas

Tapi tak mampu diterbangkan Aeolus,

Bukit-bukit dipapas langkah

meski Asopus tak mampu mengalirinya

 

aku mendorong ke atas

membentuk tekstur di lereng yang kulewati

lalu menggelindingkannya kebawah

menghapus tekstur di lereng yang kulewati

begitu, terus…

            terus…

             terus…

hingga entah

 

~Ama~ 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s