Apa Kabarmu?

Resistensi udara menyebabkan butiran air mengambang di awan

Dan ketika titik embun masuk ke dalam angan

Doa dan sajak-sajaku mengambang bersama penguapan

Aku dan udara sama-sama jenuh

Di sana, Kumulonimbus di pojok jauh

Mendekat ibarat nelayan menarik sauh

Selalu kuiingat katamu dalam kerinduan

“jangan terlalu lama berada dalam kenyamanan”

Maka kemarin kuputuskan datang ke tempat ini sendirian

Di sini aku duduk sembari menonton ketinggian

Yang memaksa udara lembab mengembun

Lalu jatuh sebagai hujan di sepanjang sisi pegunungan

Oleh tanah dan bebatuan yang menyerap minyak tumbuh-tumbuhan

Aku mencium bau petrikor selepas hujan

Menulis  puluhan pesan, lalu menghapusnya tanpa sisa

Aku tahu, bagimu aku tak pantas lagi bertanya

(Ama, Juni 2013)

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s