Kebas

waktu larut dan aku tak pernah bisa lagi tertidur pulas

semenjak lama, musim dingin telah tiba di dalam dan di luar

mengunci beku bahkan sebelum waktunya

jari-jari mengkerut, kuku berubah biru dengan ujung yang memucat

asap meleleh lembut di pinggiran bibir, kaku

otak beku, hati menggigil, kebas

 

kukantongi setapak yang pernah melukai kakiku

tak lagi berupa kaki,

harus kukabarkan bahwa orang jengah dengan kaki yang tak letih

mereka memenggalnya dengan paksa, memotong kaki hingga buntung

berharap tanpa kaki-kaki itu maka aku akan berhenti berjalan

mereka lupa bahwa aku bisa terbang,

telah kulipat sayap di sisi dua belikat

 

terbang…terbang…terbang…

bukankah pernah kubilang bahwa aku ini burung liar?

 

borok bekas potongan di kakiku tak akan pernah bisa sembuh

setapak di kantong dengan cerita-cerita yang laju, kenangan serta kerinduan…

aih…hati sudah dikebiri.

setelah ini tidak akan ada siapapun lagi.

kebas.

kebas.

kebas.

 

lalu akan datang satu waktu, kita duduk berhadapan pada dua sisi yang saling berseberangan.

terima kasih, telah mengembalikan kebekuan padaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s