HAMPA

matahari baru saja muncul beradu cahaya tanah

embun-embun melirik dengan matanya yang bening

mataku tak terpejam sepanjang malam

orang-orang sembayang, “Tuhan kami mencoba terus hidup”

percakapan singkat telah jadi obat dahaga

lalu aku paham pengertian puasa, lega yang tak lega

 

dua tugas bahasa asing bikin muak

kertas-kertas hanya berisi larik-larik puisi

dan skets-skets yang kaku dan dingin

hampa..

 

ada suara angsa dan kokok jago

aku duduk berhadapan dengan gelisah

saling menghujat, lalu menangis

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s