Tempat kita hidup

Bulan terang tepat diatas kepala, membuat suhu turun menjadi dingin sekali. Kulihat pengukur suhu di telepon genggamku, 6° sekarang…aku merasa seperti sedang berkemah di ujung gunung, minus api unggun.
Ujung kuku di jari-jari tanganku sudah berubah biru, menjelaskan mengapa segelas kopi yang kukira masih panas mendadak jadi dingin. Tak ada sepuluh menit lalu kuseduh….

Maaf…
Kukunci beberapa tulisan,dan akan menyusul kemudian yang lainnya.
Aku tak bisa memiliki fisikmu, maka engkau dalam tulisanmulah milikku. Aku mau membacanya untukku sendiri, memeluk setiap kata-katanya bagiku sendiri…
Aku telah letih berbagi,dan karenanya,aku tak mau lagi membagi tulisan-tulisanmu untukku.

Disitulah aku melihatmu hidup…disitulah aku melihat aku hidup…dan disitulah aku melihat kita hidup…

inadanama

~ days before Spring, August 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s